Sabtu, 03 Juni 2017

Lupus : Kapan Aku Remisi?

"Kapan ya?
Rasanya lelah banget hidup dengan lupus, ruang gerak terbatasi, mudah lelah, muka makin tembem... ahhhh menyebalkan.."

Hayooo pernah mikir kayak gitu nggak sahabat sahabat-odapus?( Bagi yang belum tau apa itu odapus dan lupus silahkan cek postingan saya sebelumnya Tentang Lupus  ) Iya, saya pun pernah berpikiran seperti itu, bahkan lebih dari itu. Hingga saya ingin mengahiri hidup saya saat itu. Udah lemes, nggak bisa ngapa-ngapain, dikasihani terus, dianggap lemah dan rasa sakitnya itu lho yang bikin capek. Well sampai sekarang pun aku belum pernah remisi. TAPIIIIIII bagaimana aku bisa hidup normal seperti orang sehat lainnya. By the way ini sepengalamanku saja namun ketika dijalani memang meringankan gejala-gejala yang timbul.

1. Rajin Minum Obat
          Sebenarnya resep pertama ini membuat bulu kudukku merinding dan merasa jadi tersangka. Bagaimana tidak, aku termasuk dalam odapus bandel. Pernah hampir 3 bulan tak mau minum obat. Well aku drop, kepalaku tak bisa diangkat, sangattt sakit. Akhirnya dengan kejadian itu aku rajin minum obat, gejala yang berat-berat perlahan sirna, tapi pipi ini bagaikan bulan purnama yang kebanyakan berendam di minyak tanah. Tak usah khawatir teman-teman, jika dosis semakin turun maka akan kempes lagi. SYARATNYA ADALAH SABAR MENUNGGU HASIL OBAT, mau cepat? mie instan kaleeee...eits jangan lupa kontrol rutin ke dokter ya !! 

2. Kenali Diri
              Ketika kita mampu mengenali diri sendiri, maka kita tahu seberapa porsi kita dalam beraktivitas. Jangan samakan diri kita dengan odapus lain karena kondisi kita sangatlah beda, meski ada yang mirip-mirip, kita tetaplah individu yang berbeda. Tingkat stress beda, kadar hormon beda, inteligensi beda, cara bertutur kata beda, emosi beda, pokokya beda. Apalagi membandingkan kita dengan orang sehat. Maka kita akan merasa down dan patah semangat. Lakukan apa yang kita bisa, ketika kita dapat menghargai kemampuan diri, maka di situ muncul rasa percaya diri. Tak perlu khawatir tentang fisik kita selagi kita masih mampu melakukan sesuatu. Minimal bermanfaat untuk diri sendiri.

3. MOVE ON
               Hayo.. baper ya baca tulisan MOVE  ON? eitss... saudara saudaraku yang kucintai dan mulia hatinya, move on tidak hanya berkaitan dengan CINTA loh yaa, jangan inget-inget mantan, itu haram #eh . So artinya kita harus move on dari bayang-bayang yang mengatakan bahwa lupus itu penyakit yang mematikan. BIG No, bisakah diganti bahwa lupus itu penyakit yang bisa dikendalikan? harus bisa. Move on tentang segala hiruk pikuk masa lalu yang memicu diri ini stress, move on dari pikiran bahwa "aku dulu sehat, aku dulu cantik tapi sekarang ini aku jelek, aku sakit".. oh mennnn please deh, kita divonis lupus bukannya tak boleh sedih, tapi penyakit itu bagaikan masalah, masalah yang akan mendewasakan kita. Bukankah kita bisa menimkamti rasa sehat itu ketika sakit? Jangan menyesal, jangan kecewa, cari hikmah di balik ini semua, saya yakin anda yang sudah lama bersahabat dengan lupus adalah orang yang kini tengah berkarya, berbahagia, menimkati dan mensyukurinya...

4. Be Happy
                   Berbahagialah, selagi bahagia itu gratis... Sudah jelas salah satu faktor pemicu lupus adalah stres. Semakin anda stres, semakin remuk badannya. Betul? betuuuulllll.... bahagia itu tidak didapat dari hati yang "ngersulo" atau hati yang mudah menggerutu atas keadaan yang menimpa diri. Kepada orang sekitar odapus, mohon jangan mendiskriminasi, menghina dan mengucilkan sahabat odapus kita. Kita semua sama dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk yang memiliki masalah hingga drop dan menjadi lupus, mohon dengan sangat jika ingin pulih, hatinya dilendehkan alias ikhlas. Ikhlaslah dengan sesuatu yang terjadi pada diri kita, lagipula ketika kita banyak menggertu adakah yang mau peduli? belum tentu. Jadi berbahagialah dengan kerendahatianmu, jadi bermanfaat untuk diri sendiri. Ingat hidup ini bukan tentang diri kita seorang. jangan cuma ingin dipedulikan tanpa mempedulikan. Ketika kita berada di posisi paling rendah sekalipun, bersyukurlah karena dengan ujian kita akan kuat. Berbahagialah dengan cara-cara sederhana, mencari sahabat, berkawan dengan orang baru, lakukanlah hal-hal yang setidaknya dirimu tidak merasa sendiri.

5. No Lebay No Cry
                   Bersyukur sekali, kini odapus bisa bergabung jadi satu di sosial media. Saling berbagi dan memaki ( ini guyonan loh), ada yang jualan hasil karya masing-masing alhamdulillah yaahhhh bermanfaat, sharing tentang kondisi diri, berbagi obat dan ada juga yang lebay sukanya nulis tulisan badayyyy sampe kadang bikin mata dan hati sepet ( nulis status pengen mati, nulis status melaknat mantan kekasih, nulis status yang tidak memberikan hujatan pada pemerintah dan masih banyak status kadang bikin sepet mata dan hati, mau di-unfriend eh tapi juga temen). Mungkin odapus senior kini lebih suka posting hal-hal yang menginspirasi dan bermanfaat dibanding ngeluh nggak jelas tanpa arah.. Bukannya mengurusi postingan orang, kadang kelebay-an itu memang bertujuan mencari perhatian, tetapi lama-lama bikin eneg dan menurunkan semangat odapus yang lain. Jadi please, mending copas quotes atau cerita motivasi (jika gabut nggak ada yang ditulis) daripada ngeluh dan ngatain mantan kekasih atau cuma pengen mati. 

Jadi, cukup itu saja sepengalamanku gimana ngendaliin di Lupy guna  menuju REMISI (Aamiin) semoga sahabat-sahabat semua segera remisi dan HARUS BAHAGIA yaaa.. mungkin ada yang share pengalamannya  buat nambahin resep mau remisi dipersilahkan komen di bawah ... See You


- Postingan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun, hanya berbagi dan semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada salah kata-

WASSALAM





Don't Forget follow and invite my account
IG : maharanidevipuspitasari


Rabu, 12 April 2017

Apa itu Lupus?

Seringkali kita mendengar kata "Lupus" tetapi bertanya-tanya apa sih lupus? ada yang bilang itu Film 90-an, ada yang bilang itu penyakit, eh ada juga yang bilang kalau lupus merupakan singkatan dari "Lupakan Urusan Pacar, Utamakan Sekolah"
Yap, memang ketiganya tidak ada yang salah, tetapi dalam blog ini terfokus membahas tentang penyakit Lupus atau bahasa medisnya Systhemic Lupus Erythematosus, waduh ribet ya pronoun-nya hehehe


Jadi, Lupus merupakan penyakit autoimun dimana imun dalam tubuh berlebihan dan menyerang diri sendiri. Penyakit ini bisa menyerupai penyakit lain karena yang diserang seluruh tubuh. Setiap pasien lupus memiliki gejala yang berbeda-beda dan diklasifikasikan rendah, sedang dan tinggi untuk tingkat keparahannya. 

Apa saja gejala Lupus?

Gejala umum yang dirasakan pasien lupus ialah Cepat Lelah, Demam Berulang dengan sebab yang jelas dan meskipun sudah istirahat dengan cukup.

Gelaja pada kulit ( tidak semua mengalami, namun sebagian besar mengalami )
1. Ruam seperti kupu-kupu yang melintang di wajah ( melewati hidung ) atau disebut ruam malar. Seperti kemerah-merahan, biasanya terasa panas.
2.  Ruam berbentuk lingkaran pada anggota tubuh lain, merah-merah tanpa sebab.
3. Sensitif terhadap matahari, jadi pasien lupus akan mudah terbakar/gosong pada kulit ketika terkena matahari dan badan akan terasa lemas berkepanjangan.
4. Rambut rontok, pasien lupus kebanyakan mengalami gejala rambut rontok tanpa sebab meskipun tidak terjadi luka di kulit kepala.
5. Sariawan yang berulang. Pasien lupus akrab sekali dengan sariawan yang meradang dan stay cukup lama.


Gejala pada Sendi 
1. Sendi nyeri
2. Sendi bengkak
3. Kaku-kaku ketika udara dingin

Gejala Lain
1. Radang selaput jantung (perikarditis)
2. Radang selaput paru (pleuritis)
3. Gangguan pada ginjal ( apabila berat dapat menyebabkan gagal ginjal )
4. keradangan pada otak yang menimbulkan gejala penurunan kesadaran, kejang, stroke, bahkan gangguan kejiwaan.

Apa penyebab Lupus?
Hingga sekarang belum ditemukan penyabab pasti penyakit Lupus. Tetapi telah diketahui bahwa KOMBINASI dari beberapa faktor berikut sebagai penyebab Lupus :
1. Faktor Lingkungan ( Sinar Ultraviolet, Infeksi, kondisi Stress).
2. Faktor Hormon ( Hormon Estrogen, maka seringkali ditemukan bahwa penyandang lupus ialah wanita. Perbandingan dengan laki ialah 9:1).
3. Faktor Keturunan / Genetik ( Tidak semua ibu yang menyandang Lupus akan menurun pada anaknya karena prosentasinya yang kecil. Faktor lain dapat menjadi pencetus terjadinya lupus. Kasus menurun pada pasien lupus sangatlah jarang).

Apakah Lupus Menular?
Lupus bukanlah penyakit menular.

Bagaimana Pengobatan Lupus
Sementara ini, Lupus masih dinyatakan Tidak Dapat Sembuh tetapi bisa Remisi. Apa itu Remisi? Remisi ialah kondisi di mana Lupus sedang tidak aktif. Pengobatan yang rutin pada dokter spesialis rematologi dan mengonsumsi obat dengan teratur (jangka panjang) dapat mengurangi gelaja lupus dan dapat mencapai fase remisi. Tidak perlu khawatir bagi yang baru didiagnosa lupus, Odapus (Orang dengan Lupus) BISA HIDUP NORMAL, asalkan rutin berobat. Mematuhi segala perintah dokter dan menjauhi larangannya (bukan Tuhan, tetapi ini manjur).

Bagi anda yang baru terdiagnosa, tidak perlu khawatir, tak perlu minder, tak perlu risau karena di Indonesia memiliki support group/komunitas/grup pendukung di tiap provinsi
- Bandung - Syamsi Dhuha Foundation
- Malang - Yayasan Kupu Parahita Indonesia
- Jogja -Omah Kupu
- Semarang - Panggon Kupu
- Madiun - Griya Yara
- Surabaya - Lupus Kirana
MASIH BANYAK KOMUNITAS/HIMPUNAN/YAYASAN TIAP DAERAH
APABILA DAERAH ANDA BELUM TERCANTUM DIATAS BISA LANGSUNG KONTAK DI FANS-PAGE (FACEBOOK) SALAH SATU KOMUNITAS DI ATAS AGAR DIARAHKAN SESUAI REGIONALNYA.


SALAM SEHAT


*Sumber Materi : Yayasan Kupu Parahita Indonesia
*Sumber Gambar : Google